Coal inventory harus turun, impor China dan India harus naik dulu sebelum kita bisa lihat rebound harga batu bara.
Hasil tambang batubara dikumpulkan di satu tempat sebelum diangkut ke tujuan. (Foto oleh: PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk)
Akankah pelemahan harga batubara ini berlanjut? Ataukah kita sudah berada dalam turning point di mana harga batubara akan rebound dan bergerak dengan trend naik?
Ada dua kubu dalam perdebatan ini, yaitu mereka yang disebut “Bull” dan “Bear”. Masing-masing memiliki argumen yang kuat untuk mendukung pandangannya. Marilah kita simak apa kata mereka.
Kubu “Bull”:
Kubu “Bull”:
- Batubara masih merupakan bahan bakar penghasil energi termurah saat ini. Negara-negara berkembang yang perlu energi yang banyak untuk pembangunan akan memiliki tendensi untuk memakai batubara sebagai bahan bakar pembangkit listrik.
- Program pemerintah Indonesia untuk membangun pembangkit listrik 35.000MW dalam 5 tahun ke depan sebagian besar menggunakan batubara sebagai bahan bakarnya. Kalau semua proyek pembangkit listrik ini terealisasi, Indonesia akan membutuhkan batubara yang sangat banyak.
- Program pembangunan pembangkit listrik di India sebagian besar juga menggunakan batubara sebagai bahan bakarnya. Narendra Modi yang baru diangkat menjadi Perdana Menteri India memiliki program kerja pembangunan yang cukup ambisius dan diharapkan dapat merealisasikan proyek pembangunan pembangkit listrik yang sebagian besar bertenaga batubara. India sendiri bukan merupakan negara penghasil batubara yang besar, sehingga sebagian batubara yang dibutuhkan akan dipenuhi dengan mengimpor batubara yang akhirnya akan menyebabkan harga batubara naik.
Kubu “Bear”:
- Coal Inventory di pelabuhan-pelabuhan China meningkat 24% pada bulan Februari dibandingkan dengan tahun lalu di waktu yang sama, menurut data dari China Coal Resource. Hal ini sedikit banyak akan membatasi pembelian batubara oleh China dalam beberapa bulan ke depan.
- Impor thermal coal oleh China mencapai angka terendah dalam 4 tahun terakhir di bulan Februari. Penambang batubara lokal di China yang semakin hari semakin meningkatkan produksinya mengakibatkan China tidak perlu mengimpor terlalu banyak batubara dari luar China.
- Coal Inventory dari pembangkit listrik di India meningkat 29% di bulan Maret dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Kenaikan ini merupakan level tertinggi sedikitnya dalam 5 tahun terakhir. Yang lebih mengkhawatirkan, tambahan stock mungkin masih terus berlanjut sampai dengan sekarang.
- Harga minyak mentah yang rendah akan memberikan insentif bagi pembangunan pembangkit listrik untuk beralih ke minyak atau gas. Belum lagi, Green Campaign yang dilakukan Negara-negara maju seperti Amerika dan Eropa untuk mengurangi ketergantungan energy dari batubara akan terus mengurangi kebutuhan pasokan batubara di kemudian hari.
Nah, setelah melihat berbagai argumen di atas, di kubu manakah anda?
Arah harga batubara, seperti harga minyak mentah sangatlah sulit untuk ditebak. Masih jelas dalam ingatan kita pada pertengahan tahun 2014 harga minyak mentah berada di atas US$110 per barel dan semua orang percaya trendnya akan naik terus karena permintaan minyak mentah yang menurut statistik masih melebihi tingkat produksi. Tapi tiba-tiba dalam waktu kurang dari enam bulan harga minyak mentah anjlok menjadi hanya US$40 per barel.
Pada akhirnya, ada satu hal yang pasti mengenai trend harga batubara: Coal Inventory harus turun, sementara Impor China dan India harus meningkat terlebih dahulu, baru trend harga batubara akan naik lagi. Dua hal ini belum terlihat hingga saat ini, maka rebound dan perubahan trend harga batubara dalam waktu
Arah harga batubara, seperti harga minyak mentah sangatlah sulit untuk ditebak. Masih jelas dalam ingatan kita pada pertengahan tahun 2014 harga minyak mentah berada di atas US$110 per barel dan semua orang percaya trendnya akan naik terus karena permintaan minyak mentah yang menurut statistik masih melebihi tingkat produksi. Tapi tiba-tiba dalam waktu kurang dari enam bulan harga minyak mentah anjlok menjadi hanya US$40 per barel.
Pada akhirnya, ada satu hal yang pasti mengenai trend harga batubara: Coal Inventory harus turun, sementara Impor China dan India harus meningkat terlebih dahulu, baru trend harga batubara akan naik lagi. Dua hal ini belum terlihat hingga saat ini, maka rebound dan perubahan trend harga batubara dalam waktu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar