Selasa, 07 April 2015

Berdasarkan Sebuah Papirus,Sejarawan Universitas Harvard Mengungkap Yesus Beristri

Dalam Tulisan sebelumnya yang berjudul

Ternyata Nabi Isa As Menikah dan Berpoligami 

Tulisan dari Ust Ahmad Sarwat yang merujuk pada Tulisan Al Ustadz Khalid Al Athfi, mantan ketua Al Jam’iyah Asy-Syar’iyah li Al ‘Amilina bi Al Kitabi wa As Sunnah Al Muhammadiyah di Jiza, dalam tulisannya ia menyampaikan sebuah penelitian yang cukup informatif melengkapi ayat dan hadits di atas tentang penikahan-pernikahan para nabi. Menurut beliau, para nabi dan rasul itu bukan hanya menikah tetapi juga punya istri lebih dari satu orang.

selain itu dilengkapi dengan apa yang disampaikan Prof Barbara Theiring,pada tulisan ini kami akan menyampaikan data tambahan berdasarkan
 Penemuan dan sitasi makalah ilmiah tentang papirus tua oleh sejarawan Universitas Harvard, Karen King.


King mendapatkan papirus tersebut dari seorang kolektor. Papirus itu telah disimpan selama beberapa dekade. Dalam acara International Congress of Coptic Studies dua minggu lalu, King mempertunjukkannya.

Para sejarawan bertanya-tanya tentang istri Yesus sebab papirus yang ditemukan memuat teks berbunyi, "Dan Yesus mengatakan, istriku...." Teks itu ditulis dalam bahasa Coptic dengan simbol Kristen.
Teks pada papirus itu terpotong sehingga memunculkan teka-teki. Papirus yang ukurannya hanya sebesar kartu nama itu diperkirakan merupakan bagian dari papirus yang lebih besar lagi.

Keaslian papirus masih diselidiki. Namun, pakar sejarah awal Kristen mengungkapkan bahwa papirus tersebut memang asli. Perkiraan awal menunjukkan, papirus berasal dari abad kedua hingga keempat setelah kematian Yesus.

"Jika penanggalan abad kedua itu tepat, fragmen ini menjadi bukti nyata pertama tentang klaim status pernikahan Yesus beberapa abad setelah kematiannya dalam konteks kontroversi Kristen tentang seksualitas, pernikahan, dan kerasulan," tulis King dalam makalah ilmiahnya.

Bart Ehrman, pakar studi agama dari University of North Carolina, mengatakan, "Jika benar itu yang dimaksud, maka ini menjadi bukti pertama yang muncul. Kita jelas belum pernah mendapatkannya sebelumnya."

Namun, Ehrman menuturkan bahwa teks pada papirus tidak serta-merta menjelaskan bahwa Yesus memang menikah. Kemungkinan lain, ada pengikut Yesus yang mengira bahwa Yesus menikah.

Penemuan papirus ini, kata Ehrman, bisa menjadi petunjuk sejarah awal Kristen, terutama tentang Injil, bagaimana teks dalam "kabar gembira" yang mengisahkan dan mewartakan kehidupan serta teladan Yesus itu dituliskan dan direvisi.

Jitse Dijkstra, pakar studi Coptic dan papirus dari University of Ottawa, mengatakan, penemuan papirus ini adalah kemajuan besar. Penemuan besar sebelumnya dalam sejarah Kristen adalah Injil Yudas. Yudas bukanlah pengkhianat, melainkan dialah yang mengantarkan Yesus memenuhi kehendak dan jalan Tuhan.[kompas]

http://lintasagama.muslim-menjawab.com/2012/09/berdasarkan-sebuah-papirus-sejarawan.html?m=1

Tidak ada komentar: