Asal Usul Yahudi dan Tanah Palestina
Afif M Taftazani – Jumat, 11 Juli 2014 08:02 WIB
Assalamualaikum.
Ustadz, terkait konflik dan kekejian Israel di Gaza, Israel yang
didukung AS dan sekutunya selalu mengklaim Palestina adalah
tanah mereka.
Mohon penjelasan dari ustadz, tentang sejarah dan asal usul
mereka apakah benar Palestina adalah tanah mereka ataukah itu
hanya sebatas alibi untuk melegalisasi tindakan biadab mereka.
Makasih.
Waalaikumussalam Wr Wb
Saudara Zani yang dimuliakan Allah swt
Sejarah Yahudi
Nabi Ibrahim as dilahirkan dan tumbuh di negeri Babilonia, suatu
negeri yang pada saat itu penduduknya melakukan berbagai
bentuk kemusyrikan, seperti menyembah batu, berhala, bintang.
Semua penduduknya pada saat itu mengingkari Allah swt
kecuali Ibrahim, istrinya dan keponakannya (Luth).
Berbagai upaya dilakukan olehnya untuk mendawahi mereka
agar menyembah Allah swt termasuk terhadap ayahnya sendiri
dengan menjelaskan kepada mereka bahwa apa yang mereka
sembah tidaklah bisa memberikan manfaat ataupun mudharat
sedikit pun.
Ketika Ibrahim merasa bahwa da’wahnya kurang disambut maka
mereka berpindah ke negeri Syam (Palestina) dan menetap di
daerah Nablus. Dan pada saat Palestina diterpa musibah
kelaparan dan biaya hidup begitu tinggi maka mereka berpindah
ke negeri Mesir. Dari Mesir mereka kembali lagi ke Palestina.
Pada saat di Mesir, Ibrahim mendapatkan hadiah dari Fir’aun
Mesir seorang budak wanita yang bernama Hajar. Dan dari Hajar
beliau as mendapatkan Ismail yang kemudian dibawa oleh
Ibrahim ke Mekah.
Sementara dari Sarah, Ibrahim mendapatkan Ishaq pada usianya
yang menginjak 100 tahun setelah 14 tahun kelahiran Ismail.
Kemudian Ishaq menikah dengan Rifqo binti Batwail di usia 40
tahun dan Ibrahim pada saat itu masih hidup. Dari Batwail ini,
beliau mendapatkan anak kembar yang bernama ‘Aishu dan
Ya’qub.
Allah memberikan kepada Ya’qub 12 orang anak, yaitu : Ruwaibil,
Syam’un, Luwa, Yahudza, Isakhar, Zailun, Yusuf, Benyamin, Dan,
Naftli, Had dan Asyir. Sementara yang paling dicintai oleh Ya’qub
adalah Yusuf. Hal ini membuat cemburu saudara-saudaranya
yang akhirnya mereka bersepakat untuk membuangnya ke
sumur yang ditemukan oleh sekelompok musafir dan dijadikan
barang dagangan. Yusuf kemudian dibeli oleh seorang
penguasa Mesir dan istrinya dengan harga 20 dirham. Di negeri
Mesir, Yusuf mendapatkan kesuksesan dengan menjadi
bendaharawan negara dan ia pun mengajak ayah dan saudara-
saudaranya untuk berpindah ke Mesir.
Ketika Mesir berada dalam puncak kezhaliman yang dilakukan
oleh Fir’aun terhadap orang-orang Bani Israil dengan
menyembelih anak-anak lakinya dan membiarkan hidup anak
anak perempuan kemudian Allah swt mengutus Musa as dan
Harun untuk menda’wahi Fir’aun.
Upaya Musa dan Harun ini pun mendapat perlawanan yang luar
biasa dan keras dari Fir’aun dan para tukang sihirnya sehingga
Musa dan orang-orang yang beriman kepadanya melarikan diri.
Pelarian diri mereka pun dikejar oleh Fir’aun dan tentaranya
hingga sampai ke tepi lautan. Allah memerintahkan Musa untuk
memukulkan tongkatnya ke lautan sehingga terdapat jalan untuk
bisa dilintasi oleh Musa dan orang-orang yang beriman sehingga
selamat sampai di tepian, dan ketika Fir’aun serta tentaranya
yang ada di belakang mereka memasuki jalan tersebut maka
Musa memukulkan kembali tongkatnya ke lautan sehingga
lautan itu menjadi seperti sedia kala dan menenggelamkan
Fir’aun dan bala tentaranya.
Kemudian Allah swt memerintahkan Musa dan orang-orang
yang bersamanya untuk keluar dari Mesir dan menuju Baitul
Maqdis (Palestina). Di negeri ini, Musa mendapatkan suatu
kaum yang kuat dan gagah dari keturunan al Haitsaniyin, al
Fazariyin dan al Kan’aniyin dan yang lainnya. Musa pun
memerintahkan para pengikutnya untuk memasukinya serta
memerangi mereka namun mereka semua enggan dan tidak
mau menuruti perintah nabinya sehingga Allah menyesatkan
mereka semua selama 40 tahun.
Pada masa 40 tahu didalam kesesatan ini Musa dan Harun
meninggal dunia sehingga kepeminpinan Bani Israil dipegang
oleh Yusa’ bin Nuun yang kemudian berhasil menundukkan
Baitul Maqdis.
Setelah orang-orang Bani Israil menetap di Palestina, mereka
mengalami tiga masa secara berturut-turut :
1. Masa Kehakiman; dimana kebanyakan keturunan mereka
mengembalikan segala putusan dari perkara yang
diperselisihkan diantara mereka kepada satu orang hakim.
Masa ini berlangsung hingga sekitar 400 tahun.
2. Masa Menjadi Raja; sebagaimana firman Allah swt didalam
surat al Baqoroh ayat 246 – 252. Allah menjadikan Thalut
sebagai raja, kemudian Daud dan Sulaiman as.
3. Masa Perpecahan; yaitu pada masa setelah Sulaiman as
terjadi perselisihan antara Rahbi’an bin Sulaiman dengan
Yarbi’an bin Nabat. Kemudian Rahbi’an dan keturunan
Yahudza serta Benyamin mendirikan negara yang bernama
Negara Yahudza yang dinisbahkan kepada Yahudza dari
keturunan Daud dan Sulaiman. Ibu kota negara ini di Baitul
Maqdis.
Sedangkan Yarbi’an bin Nabath dengan 10 keturunan yang
tersisa mendirikan negara Israil di sebelah Palestina bagian
utara dengan ibu kotanya adalah Nablus. Merekalah orang-orang
yang kemudian dinamakan dengan Syamir yang dinisbahkan
kepada gunug di sana yang bernama Syamir.
Pada tahun 722 SM, negara Israil jatuh ke tangan orang-orang
Asyuri dibawah pimpinan raja mereka yang bernama Sarjun
sedangkan negara Yahuza jatuh ke tangan orang-oang Fira’unah
pada tahun 603 SM.
Pada kira-kira tahun 586 SM Bukhtanshar (Nebukat Nashar), raja
Babilonia berhasil menduduki Palestina dan mengusir orang-
orang Fira’unah serta menghancurkan negara Yahudza dan
memenjarakan orang-orang Yahudi serta membawanya ke
Babilonia, yang kemudian dikenal dengan ‘Tawanan Bailonia’
Pada tahun 538 SM, raja Parsia yang bernama Kursy berhasil
menaklukan Babilonia sehingga melepaskan para tawanan
Yahudi dan sebagian dari mereka kembali lagi ke Palestina.
Pada tahun 135 SM, orang-orang Romawi pada masa
kepemimpinan Adryan berhasil memadamkan revolusi yang
dilakukan oleh orang-orang Yahudi sehingga menghancurkan
negeri. Orang-orang Romawi berhasil mengusir mereka (Yahudi)
dari sana dan menjadikan mereka terpecah-pecah di berbagai
tempat di bumi. Sebagaimana firman Allah swt
نَعَلْيِهْمِإَلىَيْوِم اْلِقَياَمِةَمنَيُسوُمُهْمُسوَء
بَكَلَيْبَعَثَّ
ُّ
ذَنَر
َوِإْذَتأََّ
رِحيٌم
َّ
نُهَلَغُفوٌر
بَكَلَسِريُع اْلِعَقاِبَوِإَّ
َّ
نَر
اْلَعَذاِبِإَّ
صالُِحوَنَوِمْنُهْمُدوَنَذلَِك
مْنُهُم الَّ
َمًماِّ
َوَقَّطْعَناُهْمِفي اَلأْرِض أُ
َّلُهْمَيْرِجُعوَن
يَئاِتَلَع
َوَبَلْوَناُهْمِباْلَحَسَناِتَوالَّسِّ
Artinya : “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan,
bahwa Sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka
(orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan
menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya.
Sesungguhnya Tuhanmu Amat cepat siksa-Nya, dan
Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang. Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi
beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh
dan di antaranya ada yang tidak demikian. dan Kami coba
mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang
buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).” (QS. Al
A’raf : 167 – 168)
Pada saat Palestina dibawah kekuasan Romawi ini, Allah swt
mengutus Isa as sebagai Rasul kepada Bani Israil, sebagaimana
firman Allah swt “Seorang rasul kepada Bani Israil” yang
mengajak mereka untuk memperbaiki berbagai kerusakan.
Seruan ini disambut oleh sebagian orang-orang Yahudi. Dan
orang-orang Yahudi terpecah menjadi dua, sebagaimana
diberitakan Allah swt ;
َّطاِئَفٌة
منَبِنيِإْسَراِئيَلَوَكَفَرت
َّطاِئَفٌةِّ
َفَآَمَنت
Artinya : “lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan
segolongan lain kafir.” (QS. Ash Shaff : 14)
Golongan yang pertama adalah orang-orang Nasrani sedangkan
yang kedua adalah Yahudi.
Para tukang tenung dan ulama Yahudi mendatangi Raja Romawi
agar menangkap dan membunuh Isa as yang kemudian
permintaan ini disambut oleh raja, namun Allah swt mengangkat
Isa dan menggantikannya dengan orang yang mirip dengannya
yang kemudian disalib, firman Allah swt :
ي
فيَكَوَراِفُعَكِإَلَّ
ِّ
نيُمَتَو
ِإْذَقاَل الّلُهَياِعيَسىِإِّ
Artinya : “(ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa,
Sesungguhnya aku akan menyampaikan kamu kepada akhir
ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku.” (QS. Al Imran : 55)
Artinya : “dan karena Ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami
telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”,
Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula)
menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang
diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-
orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-
benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. mereka
tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu,
kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin
bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.” (QS. An Nisaa : 157)
(Disarikan dari Al Bidayah wan Nihayah dan
majdah.maktoob.com)
Kaum Muslimin Lebih Berhak Atas Yahudi Terhadap Palestina
Terhadap bumi Palestina maka kaum muslimin lebih berhak
dibandingkan orang-orang Yahudi dikarenakan beberapa alasan
:
1. Sesungguhnya kaum musliminlah yang membebaskan Al
Quds (Yerusalem) dari kehancuran yang dilakukan oleh orang-
orang Romawi. Kaum muslimin tidak merebutnya dari orang-
orang Yahudi. Setelah menguasai Palestina justru kaum
muslimin menjaga gereja-gereja dan tempat-tempat ibadah
mereka.
2. Selama 12 abad kaum muslimin berada di Palestina dan
menjadikan Baitul Maqdis sebagai ibu kota bagi mereka dan
menjalani pemerintahan dengan cara-cara syari’ah serta
menyirami buminya dengan berbagai kebaikan dan penuh
ibadah kepada Allah swt. Mereka tidak pernah meruntuhkan
kota atau membakarnya, mereka tidak pernah mengusir
penduduknya yang non muslim bahkan mereka semua dapat
hidup dengan rasa aman selama pemerintahan islam.
3. Orang-orang Israil tidak mungkin bisa melakukan semua yang
telah dilakukan pemerintahan islam disana, yang telah
menyinarinya dengan berbagai kebaikan dan toleransi yang
tinggi. Kaum muslimin melakukan itu semua dikarenakan
aqidah dan keimanan mereka kepada para nabi Allah
sementara orang-orang Yahudi adalah orang-orang yang tidak
mengimani risalah Isa dan juga Muhammad. (Al Quds Asy
Syarif Haqoiqut Tarikh hal 4 -5)
4. Risalah Muhammad saw adalah risalah yang meneruskan
nabi-nabi termasuk Ibrahim, Ishaq, Yaqub, Musa dan Isa yang
mereka semua juga dinamakan oleh Allah swt sebagai
oorang-orang yang berserah diri (muslim) sehingga kaum
muslimin lebih berhak mewarisi bumi Palestina daripada
orang-orang Yahudi saat ini.
Dengan demikian kaum muslimin tidak rela apabila Al Quds
diambil alih oleh kaum yang suka melakukan kerusakan di bumi,
terlebih lagi akan dibangunanya di sana Negara Palestina.
Wallahu A’alam.
dari Eramuslim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar