Thailand
- Reuters
- Perdana Menteri Thailand Jenderal Prayuth Chan-ocha.
BANGKOK—Jenderal Prayuth Chan-ocha, Perdana Menteri Thailand, adalah sosok yang populer di antara banyak warga. Namun, perekonomian kini jatuh di bawah kepemimpinannya, padahal Thailand sempat menjadi salah satu negara dengan perkembangan terpesat di dunia. Komunitas internasional dibuat kian prihatin dengan tidak adanya kejelasan kapan negara itu akan kembali ke demokrasi. Sambutan baik warga ketika junta berkuasa sudah mulai berubah menjadi kecemasan.
Ekspor Thailand jatuh di tiga bulan kuartal I 2015, sementara ekonominya menyusut pada 2013 dan 2014. Perusahaan elektronik asal Korea Selatan, LG Group, belakangan menghentikan produksi TV layar datanya di Thailand dan lebih memilih negara tetangga, Vietnam. Bank sentral Thailand memangkas suku bunga pada Maret dan April untuk menyokong pertumbuhan.
Namun, belanja konsumen Thailand tetap berkurang. Perusahaan lokal besar seperti
CP Group dan raksasa pusat perbelanjaan, Central Group, tengah mengincar ekspansi ke luar negeri. Perusahaan lain membekukan rencana belanja dan beberapa perusahaan multinasional lebih memilih berinvestasi di Malaysia ketimbang Thailand.
Sementara itu, utang rumah tangga kini lebih dari 85% dari produk domestik bruto (PDB), menempatkan Thailand di antara negara dengan utang terbanyak se-Asia Tenggara. Umumnya ekonom memandang 80% sebagai level yang berbahaya.
Ada pula masalah berkelanjutan seperti populasi yang cepat menua—laju kelahiran di Thailand adalah 1,6 anak per perempuan, sama seperti Cina. Selain itu, reputasi Thailand sebagai negara transit penyelundup manusia berbuah ancaman boikot Uni Eropa untuk impor makanan laut dari Thailand. Tenaga kerja paksa biasanya dipekerjakan di industri perikanan.
Thailand berpeluang menjadi salah satu macan ekonomi Asia yang pertama kehilangan taringnya.
- Sakchai Lalit/Associated Press
- Polisi forensik memeriksa bekas lokasi kamp migran di Padang Besar, provinsi Songkhla di Thailand selatan, 5 Mei 2015. Reputasi Thailand sebagai negara transit penyelundup manusia berbuah ancaman boikot Uni Eropa untuk impor makanan laut dari Thailand.
“Jika ada satu negara di Asia yang berpotensi jatuh ke jebakan pendapatan kelas menengah, itu adalah Thailand,” kata Frederic Neumann, salah satu kepala riset ekonomi Asia di HSBC. Menurutnya, Thailand mungkin kesulitan menyelesaikan lompatan dari kemiskinan ke kekayaan, sebuah hal yang hanya mampu dilakukan oleh Korea Selatan, Taiwan, dan sedikit negara lainnya.
Junta militer mewarisi situasi ini lantaran Thailand selama bertahun-tahun didera konflik politik. Bagaimanapun, beberapa ekonom menilai Thailand kesulitan meluruskan kapal karena tidak memiliki pengatur ekonomi yang sudah teruji dan berpengalaman.
Proyeksi ini jauh berbeda dari tahun lalu, ketika sejumlah pengusaha menyambut baik kudeta 22 Mei yang mengakhiri protes disertai kekerasan yang mencederai Bangkok selama berbulan-bulan.
Dalam kudeta menggulingkan perdana menteri Yingluck Shinawatra, Prayuth mendefinisikan dirinya sebagai pembawa kedamaian antara pendukung dan penentang kakak Yingluck, Thaksin Shinawatra. Taipan dan mantan perdana menteri itu memang terus membayangi dunia perpolitikan Thailand.
Sebelum demokrasi kembali ke Thailand, pemerintah harus menyusun konstitusi baru. Argumen telah menghangat di Thailand soal apakah konstitusi akan melahirkan pemerintahan yang representatif, atau hanya sekedar upaya militer dalam mengurangi pengaruh Thaksin. Mantan PM itu lolos dari dakwaan korupsi usai kudeta 2006, namun sekutu-sekutunya sukses memenangi pemilu sesudahnya.
Chaturon Chaisang, menteri pendidikan era Yingluck, menyebut konstitusi yang diusulkan junta militer adalah cara baru dalam membentuk “diktator permanen.” Konstitusi baru mensyaratkan perdana menteri tertunjuk, bukan melalui pemilu.
Diplomat dan pengamat lain mengatakan junta militer berpotensi mencoba mempertahankan kekuasaan atau memengaruhi politik sampai monarki baru terbentuk untuk meneruskan Raja Bhumibol Adulyadej, yang kini berusia 87 tahun. Transisi ini kemungkinan baru akan terjadi beberapa tahun lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar